Reader Comments

istilah pengiriman barang

by hasan lutfi991 (2019-10-03)


Dalam Artikel ini saya mengupayakan untuk berbagi sejumlah istilah yang biasa dipakai dalam dunia logistik ataupun Export Import, tulisan ini saya rangkum dari sejumlah sumber online, ataupun offline.
Custom Clearance : ialah proses administrasi pengeluaran atau ekspedisi barang dari distrik muat ataupun bongkar yang bersangkutan dengan Kepabeanan dan administrasi pemerintah.Shipper : Shipper ialah Exportir atau si pengirim barang. Nama dan alamat menyeluruh Shipper mesti tertulis jelas didalam dokumen2 laksana : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang saat Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan)Consignee / Cnee:  ialah Importir atau si Penerima barang. Nama dan alamat menyeluruh Consignee mesti tertulis jelas didalam dokumen2 laksana : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang saat Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan.  

Shipping Mark & Number : Shipping Marks & Number ialah jumlah carton dan tanda ekspedisi yang tertera di kemasan barang. Data Shipping Marks & Number ini tertera didalam Packing List dan Bill Of Lading.
Description of Goods : Adalah perincian barang. Description of Goods ini ada didalam Packing List (Lengkap) dan Bill Of Lading. Hanya saja penulisan data Description of Goods pada Bill Of Lading lebih simpel atau melulu garis besarnya saja. Misalnya, didalam Packing List tertulis 2 drum minyak tanah, 5 jerigen bensin, 10 kaleng oli bekas. Maka pada Bill Of Lading lumayan ditulis 17 Packages (total kemasan) of minyak tanah, bensin and oli bekas.
G.W. : G.W. ialah singkatan dari Gross Weight. Yaitu berat kotor dari berat kemasan dan berat barang tersebut sendiri. Contoh berat barang tersebut 2 Kgs dan berat kemasannya 0.5 Kgs maka G.W. : 2.5 Kgs
N.W. : N.W. ialah singkatan dari Net Weight / berat bersih yakni berat barang sebelum di kemas.
LCL : Less than Container Loaded yakni jenis ekspedisi barang tanpa memakai container dengan kata beda parsial. Jika kita memakai jenis ekspedisi LCL, maka barang yang anda kirim tersebut ditujukan ke Gudang penumpukan dari shipping agent. Lalu dari pihak Gudang itu akan mengoleksi barang2 kiriman LCL lain sampai memenuhi quota guna di loading / di muat ke dalam container.
FCL : Full Container Loaded yakni jenis ekspedisi barang dengan memakai container. Walaupun quantity barang itu lebih layak dengan mode LCL, tetapi andai shipper mengantarkan barangnya dengan memakai container maka jenis ekspedisi ini dinamakan dengan FCL. Pengiriman barang dengan mode FCL maka anda harus menyebabkan container ke Gudang kita guna process stuffing (proses pemuatan barang). Setelah stuffing selesai, container tersebut kita segel dan anda kirimkan ke Tempat Penumpukan Peti Kemas di pelabuhan.
CFS : Container Freight Station yakni mode ekspedisi dari Gudang LCL Negara asal hingga ke Gudang LCL Negara tujuan. CFS-CFS menandakan bahwa mode ekspedisi barang itu dengan teknik LCL.
CY : Container Yard yakni mode ekspedisi dari Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara asal hingga ke Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara tujuan. CY-CY menandakan mode ekspedisi barang itu secara FCL.
Vessel : Kapal
Feeder Vessel : Kapal pengangkut container dengan kapasitas kecil yang membawa container dari pelabuhan muat mengarah ke pelabuhan transit guna di pindah ke Mother Vessel. Contoh : dari Tg. Priok mengarah ke ke Singapore atau Hongkong….dsb
Mother Vessel : Kapal pengangkut dengan kapasitas besar yang membawa container dari pelabuhan transit mengarah ke pelabuhan tujuan.Catatan : Jika ekspedisi barang dari pelabuhan muat (misalnya : Tg. Priok, Jakarta ) mengarah ke pelabuhan bongkar (misalnya : Busan, Korea) dengan memakai 1 Kapal saja maka tidak terdapat istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel. Istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel andai pengiriman barang dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar itu menggalami peralihan kapal. Misalnya : Pelabuhan muat Tg. Priok dan Pelabuhan bongkarnya Los Angeles, California. Sementara route pengiriman tersebut melalui Jakarta – Singapore memakai Kapal YM Glory dan Singapore – Los Angeles, CA mengunakan Kapal Hanjin Sao Paulo. Maka Feeder Vessel nya ialah YM Glory dan Mother Vesselnya ialah Hanjin Sao Paulo.
Voyage : Nomor Keberangkatan Kapal yang biasa disingkat dengan V. atau Voy.. Nomor embarkasi harus tidak jarang kali ada dibelakang nama Kapal. Contoh : YM Glory V. 23 dengan kata lain Nama Kapal YM Glory dengan nomor embarkasi kapal (Voyage) 23.
ETD : Estimation Time of Departure ialah perkiraan waktu embarkasi Kapal.
ETA : Estimation Time of Arrival ialah perkiraan masa-masa kedatangan Kapal
Bill Of Lading : atau biasa di singkat dengan B/L, makna sederhananya ialah Konosemen atau bukti ekspedisi barang dan pemungutan barang. Form Bill Of Lading tersebut sendiri mesti telah mendapatkan legalitas dari dunia International sebagai perangkat / bukti ekspedisi dan pemungutan barang export / import. Didalam Bill of Lading memuat data2 Shipper, Consignee, Notify Party, Vessel & Voy. No., Shipping Marks & Numbers, Description of Goods, GW, NW, Measurement, POD, POL, Destination.
AWB / Air Way Bill : sama dengan B/L tetapi AWB dipakai untuk angkutan via udara.
P.O.L : Port Of Loading = Pelabuhan Muat
P.O.D : Port Of Discharge = Pelabuhan Bongkar
Packing List : Kumpulan Rincian barang secara rinci yang berisikan nama Shipper, Consignee, Notify Party, Nama Vessel & Voy, Dimensi Barang, Gross Weight dan Net Weight per Item barang maupun total keseluruhan, Jumlah barang.
Commercial Invoice : Kumpulan rincian barang rinci yang berisikan nama Shipper, Consignee, Notify Party, Nama Vessel & Voy, Nilai Invoice per Item barang maupun total keseluruhan, Jumlah barang.
C.O.O / Certificate of Origin : Sertifikat Barang Asal, sebagai bukti kemurnian barang dari negara asal yang  tercantum pada B/L atau AWB
F.O.B : Free On Board. Metode Pembayaran di pelabuhan bongkar baik tersebut Harga Barang (Nilai Commercial Invoice), Asuransi (Insurrance) dan Biaya Pengiriman (Freight).
FOB dapat disebut harga barang di Pelabuhan Asal (Exclude cost Freight & Insurance)
C.I.F : Cost Insurrance & Freight. Metode Pembayaran di Pelabuhan Muat. Artinya, sebelum mengerjakan pengiriman barang tersebut telah di lunasi oleh Consignee. Dan ongkos asuransi maupun biaya kirim sudah di tunaikan oleh Shipper di Pelabuhan Muat.
CIF lebih singkat bisa disebut harga barang di Pelabuhan tujuan.
D.D.P : Delivery Duty Paid , Metode Pembayaran yang telah include CIF + Duty (Bea Masuk di negara tujuan).
DDP lebih singkat bisa disebut harga barang di gudang End User.
ketiga cara pembayaran diatas umum dipakai dalam Export & Import dan lazim dinamakan dalam Incoterm.
C.&.F : Cost & Freight. Metode Pembayaran yg tidak jauh bertolak belakang dengan C.I.F, namun dalam permasalahan C & F, pihak Shipper tidak menunaikan asuransi / tidak mengasuransi kan barang tersebut.
Freight Prepaid : Pembayaran ongkos angkutan yang telah dibayarkan terlebih dahulu sebelum barang diangkut.
Freight Collect : Pembayaran ongkos angkutan yang di bayarkan oleh Cnee (Penerima Barang) atau sesudah barang telah diterima.
Shipping Schedule : Jadwal Pengapalan. Jadwal ini diterbitkan oleh pihak Shipping Agent. Berisi tentang ETD Vessel, ETA Vessel di pelabuhan bongkar, mode ekspedisi (Cepat atau Lambat), Rute Kapal dan Pelabuhan Transit dan Nama Kapal Pengganti (Jika memang service pengiriman-nya mesti memakai lebih dari 1 kapal).
Closing Time : Tenggat masa-masa normal yang di perbolehkan untuk cargo / barang yang masuk ke lokasi penimbunan sedangkan seperti gudang CFS atau UTPK (Unit Tempat Penumpukan Peti Kemas).
Catatan : Tiap-tiap Shipping Schedule selalu menyematkan tanggal dan masa-masa closing time. Dan andai cargo masuk ke lokasi penimbunan sementara tersebut melewati dari masa-masa Closing Time yang telah diputuskan maka pihak shipper bakal dikenakan sanksi / denda.
P.E. : Persetujuan Export. Lembar Persetujuan Export ini dapat diperoleh dan di print sendiri oleh pihak Shipper / EMKL yang mempunyai system online (E.D.I = Electronic Data Interchange) setelah pengusulan dokumen2 Export laksana Packing List, Commercial Invoice & PEB di setujui oleh pihak Bea dan Cukai.
P.E.B : Pemberitahuan Export Barang. Pengisian form Pemberitahuan Export Barang dikemukakan dengan system online melewati system EDI. Jika pengecekan PEB di setujui, maka akan terbit P.E. Adapun data-data yang diisikan saat pengusulan pengisian form PEB ialah semua data-data yang terdapat di Packing List & Commercial Invoice.
EDI Sistem : Kehadiran Electronic Data Interchange (EDI) sudah menjadi di antara solusi untuk menciptakan efisienan dalam transaksi bisnis di Internet dan sekaligus memberikan garansi keamanan dalam bertransaksi tersebut. EDI ialah pertukaran data komputer antar software melintasi batas-batas organisasi, sampai-sampai intervensi insan atau interpretasi atas data itu oleh insan [RITCHIE 94] bisa ditekan seminimum mungkin. Akibatnya data dalam EDI tentunya mesti dalam bentuk terstruktur yang dapat dipahami oleh setiap komputer. Salah satu software pemakaian EDI dalam menolong sistem infrormasi laksana yang dilaksanakan oleh pemerintah.Dalam jangka panjang, usaha pemerintah untuk menambah cadangan devisa mesti didukung oleh pekerjaan ekspor. Oleh sebab itu, pekerjaan ekspor mesti digalakkan. Berkaitan dengan urusan tersebut, maka pelabuhan, terutama jasa pelayanan kepabeanan yang sedang di pelabuhan, memegang peranan urgen untuk memastikan kelancaran arus barang. Sebagai di antara usaha guna memperlancar arus barang di pelabuhan diterapkan sistem Electronic Data Interchange (EDI)
BC 1.1    : Dokumen yang memuat kedatangan kapal. Biasanya dikemukakan ke bea cukai 2-3 hari sebelum kedatangan kapal.(Inward cargo manifest submitted by shipping line to Customs which inform that there will be vessel arrival.)
No BC 1.1 dan sub pos mesti disematkan dalam pengusulan BC2.1, BC2.0, BC2.3 dalam sistem EDI
BC 1.2    : Dokumen Angkut Lanjut.
(Document made to release import cargo from one Customs lokasi for bonded transport to the next custom lokasi for process of clearance.)
BC 2.0    : Pemberitahuan Import Barang.
(Notice to the Customs of import cargo details .)
BC 2.1    : Pemberitahuan Import Barang Tertentu.
(Notice to the Customs of sea and air express import cargo such as arrival of courier items.)
dokument ini bisa di sebut pun P.I.B.K (Pemberitahuan Import Barang Khusus)
BC 2.3    : Dokumen Angkut Lanjut (dalam Kawasan Berikat).
(Bonded transport to a bonded storage, similar to BC1.2 but only for the companies   operating a bonded storage area.)
BC 3.0    : Pemberitahuan Export Barang.
( Notice to the Customs of export details.)
Bahandle : Cek jasmani oleh kepabeanan guna komoditas impor.
( Phisic check by Customs of imported commodity.)
BCF 1.5 : Dokumen yg dipakai utk pemindahan kargo guna OB (over brengen)
(A document for processing cargo removed to OB.)
OB (Over brengen) : Pemindahan secara paksa terhadap barang impor sebab gagal mengerjakan proses kepabeanan tepat waktu.
( Forcible removal of the import cargo for failing timely clearance.)
Pada praktek di lapangan OB bisa disebut Pindah Gudang, OB bisa terjadi sebab regulasi dari Airline (jika Angkut via udara) atau Shipping Agent (Angkut Laut) , dimana Pesawat atau Kapal Laut unloading cargo pada gudang dan gudang lokasi barang terbit berbeda. proses OB ini bakal memakan cost yang lebih tidak sedikit di bandingkan barang yang tidak di OB.
DO (Delivery Order) : Surat yang diserahkan oleh pihak Shipping agent, forwarder atau Gudang sebagai tanda bukti pemungutan barang, container kosong, dari gudang asal ke gudang tujuan.
Certificate of Insurance : Sertifikat Asuransi.
(Certificate of import cargo insurance.)
EDI         : Transmisi data terstruktur antara organisasi dengan teknik elektronik.
( Electronic Data Interchange.)
FIAT       : Proses guna ttd dokumen impor.
( Process for signing the release paper for cleared goods.)
LHP        : Laporan Hasil Pemeriksaan.
(Inspection report after the physic check.)
PENDOC: Penerimaan Dokumen.
( The custom department for receiving the import clearance applications.)
PFPD     : Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen.
(The custom department checking import clearance applications in Pendoc.)
PIB         : Pemberitahuan Impor Barang.
( Import cargo details including HS number and this works as the import duty calculation base.)
PNBP     : Penerimaan Negara Bukan Pajak.
(Non tax state levies.)
POSTEL : Pos & Telekomunikasi.
(Import permit for certain electronic goods.)
PPH       : Pajak Pertambahan Hasil.
(Withholding Tax.)
PPN       : Pajak Pertambahan Nilai.
( Value Added Tax.)
SKB        : Surat Keterangan Bebas (PPH / PPN).
(VAT and Withholding Tax exemption certificate.)
SPJK (M, H) : Surat Persetujuan Jalur Kuning (Merah , Hijau).
(Yellow (Red, Green) channel order.)
SPJM  : Surat Pemberitahuan Jalur Merah
jika respon ini terbit setelah submit PIB dalam system EDI maka anda akan menantikan jadwal guna Pemeriksaan jasmani dari pihak Bea Cukai.
SPJH (Surat Pemberitahuan Jalur Hijau) atau SPPB      :
Surat Persetujuan Pengeluaran Barang.
(Cargo exit order.)
Barang bisa segera terbit dari distrik Pabean (Airport atau Pelabuhan)
SSPCP : Surat Setoran Pabean, Cukai, dan Pajak.
(Duty payment order.)
TPS : Tempat Penimbunan Sementara.
(A temporary warehouse for import cargo.)
Warehouse AIRIN : Gudang sedangkan di Jakarta.
(Name of a temporarary warehouse in Jakarta.)
Surat Tugas : duty assignment for clearing personnel.
(duty assignment for clearing personnel.)

Surat Kuasa : power of attorney for handling the custom clearance.

EMKL : Ekspedisi Muatan Kapal Laut

Notify Party : ialah pihak kedua sesudah Consignee yang berhak guna di beritahu mengenai adanya suatu ekspedisi dan penerimaan barang export / import. Dalam prakteknya, Nama dan Alamat Notify Party ini sama dengan nama dan Alamat Consignee. Tetapi ini seluruh tergantung dari perjanjian mula antara pihak Shipper dan Importeer. Nama dan alamat menyeluruh Notify Party mesti tertulis jelas didalam dokumen2 laksana : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO. Atau andai Notify Part sama dengan Consignee maka lumayan ditulis SAME AS CONSIGNEE. ekspedisi surabaya waingapu ekspedisi surabaya samarinda ekspedisi surabaya palu ekspedisi surabaya kendari ekspedisi surabaya balikpapan ekspedisi surabaya banjarmasin ekspedisi surabaya gorontalo ekspedisi surabaya kupang ekspedisi surabaya manado