Reader Comments

Adsense

by JC Princen (2020-06-06)

In response to Manfaatspirulina.web.id

Google menyebut kita -- para publisher (Penayang iklan) -- sebagai mitra (Partner) bisnis mereka. Jadi, Google dan publisher itu program nya kemitraan. Bentuk nya blog/site, Youtube Partner Program, maupun Adsense Mobile.
Makanya, pendapatan kita dari google itu mereka namakan Sharing Revenue (Bagi Hasil). Dan disisi kita, mereka namakan earning (pendapatan). Bukan salary, karena kita bukan karyawan mereka. Dan bukan pula komisi, karena kita bukan affiliasi mereka.
Jadi sebenernya, kalo selama ini dibilang "gajian dr adsense", saya kok agak kurang pas ya. Hehe. Mungkin tepatnya pendapatan atas bagi hasil keuntungan.
Sayangnya, google tidak merinci, berapa presentase pembagian untuk penayang dari bid cpc tertinggi yg dikeluarkan pengiklan.
Ada yang bilang dana yg didapat dr pengiklan, 60% buat google, 40% buat publisher. Ada pula yg bilang 55:45, bahkan 50:50. Entahlah. Hanya Tuhan dan google yang tahu.
Yang saya garis bawahi adalah, kita (publisher) adalah Mitra Google. Seseorang/perusahaan mau bermitra dengan kita, karena menurutnya kita punya sesuatu yang berpotensi menguntungkan mereka (google). Apa potensi kita?
KONTEN yang bagus. Ya itu dia!
Blog dengan traffic yang tinggi, channel Youtube dengan view dan subscriber yang banyak maupun applikasi/games dgn jumlah install yang bejibun. Itu asset kita, para publisher.
Konten yang ramai peminat, tentu berpotensi bisnis tinggi. Jika google nebeng iklan disana, kemungkinan terjadi nya konversi sales dari iklan tsb pasti lebih besar, ya kan?
Dan inilah yang disukai mitra google di sisi lain (yaitu pengiklan), sebagai pemilik produk yg tengah memasarkan dagangan mereka. Semakin sering terjadi sales, mereka akan senang. Dan dengan sukarela akan beriklan terus di google.
Google, dalam hal ini berperan sebagai fasilitator. Mempertemukan 2 mitra potensial mereka, yaitu publisher dan advertiser yang sama2 mencari keuntungan. Sehingga ketiganya terjadi simbiosis mutualisme.
Sedikit paparan diatas, seharusnya menjadi bekal pengetahuan dasar bagi temen2 yang mau memulai terjun jadi publisher adsense. Sama seperti saya dulu.
Sehingga pertanyaan2 basic yang sering muncul di group ini bisa auto terjawab.
Milikilah mindset yang benar perihal menjadi publisher adsense. Pahami ruang lingkup bisnis PPC google ini. Sehingga akan terbangun mental yang kuat, dan tahan banting saat ada rintangan ditengah jalan. Hingga akhirnya kita bisa mendapatkan pembagian keuntungan.
Saya lihat, masih ada yang bertanya hal yang mendasar di group ini. Saya coba bantu jawab berdasarkan pengalaman dan analisa cetek sy pribadi.
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul di group:
1. Kenapa situs masih tidak diterima, padahal syarat udah komplit, konten udah original dan traffic sudah lumayan?
Sekali lagi, google itu mencari mitra. Bukan menyeleksi karyawan yang 'ngelamar' ke google dengan blog nya.
Hak prerogatif pemilihan mitra ini sepenuhnya milik google. Apakah kita diterima atau tidak untuk jadi mitra. Ini ada dalam pasal klausul program kemitraan mereka. Termasuk memutuskan sepihak program kemitraan ini. Makanya munculah istilah suspend, banned, dismonetize dsb.
Upaya yang saya lakukan adalah tetap berusaha membuat konten sebaik dan senatural mungkin. Jangan terlalu kelihatan bahwa blog/video/apps itu memang sengaja dibuat hanya untuk dpt duit dr adsense saja (MFA). Buatlah untuk niat sharing dan membantu orang.
Ingat, proses review ini dilakukan oleh orang real/ karyawan google, bukan oleh BOT. Dengan pengalaman mereka, sekilas saja mereka bisa melihat, potensi konten kita. Layak atau tidak.
Pastikan patuhi semua syarat dan ketentuan, lengkapi dan kerjakan sebaik mungkin. Untuk pengajuan awal, pilih niche yg populer dan byk iklan nya. Jika semua upaya ini sudah ditempuh, kemungkinan besar kita dipilih untuk jadi mitra.
Hingga saat ini, saya pribadi belum pernah merasakan pedihnya lamaran ditolak sm google. Apakah rasanya sama kaya ditolak yang ntuh? #Eh.. 🤔😋🙊
2. Kenapa belakangan ini CPC ancur2an?
Perlu dipahami, bahwa penentuan CPC suatu keyword ditentukan oleh banyaknya bid pengiklan. Semakin banyak pengiklan di suatu keyword, maka harga cpc nya akan semakin tinggi.
Ini hukum pasar. Siapa yang berani bayar mahal di keyword tsb, maka iklan nya akan paling sering muncul di channel2 publisher.
Keyword yg mahal (cpc tinggi) dan gemuk, menandakan disana byk nya pengiklan yg rebutan ads slot, agar iklan nya muncul sesering mungkin.
Nah, di kondisi ekonomi pandemi skr ini, banyak perusahaan yang mengurangi bahkan menghilangkan budget untuk iklan di google. Sehingga bid nya turun drastis. Gak ada lagi rebutan slot seperti pas lg normal. Inilah penyebabnya.
Mereka lebih mengalokasikan dana untuk survive di sektor lain. Semisal membayar gaji karyawan, bayar cost production maupun nutup biaya overhead perusahaan.
Google melansir penurunan cpc ini sekitar 35-75 persen. Terburuk dalam 9 bln terakhir. Dan tentu bukan hanya publisher indonesia saja yang teriak. Tapi seluruh dunia. Content creator yg memang niatnya cmn cari $$, jd letoy membuat konten deh.
Solusi nya apa dr kita sebagai publisher? Tetap sajikan konten terbaik. Google sangat menghargai mitra yg komitmen dalam suka dan duka dengan nya. Tetap berkarya membuat konten berkualitas dalam situasi sulit.
Dan yang pasti berdo'a, semoga pandemi segera berakhir dan semuanya kembali normal. CPC jd rame dan naik lagi bid nya.
3. Kenapa sering terjadi pengurangan earning yang sudah masuk?
"Tadi pagi udah dapet $70. Tapi sore kok ngurangin jadi $48. Kenapa ya?"
Ada yang ngalamin juga?
Jangan kaget. Google sedang mengetatkan audit ke publisher2 nya. Klik yang diduga invalid, suspicious view ato hal2 sejenis yang terdeteksi akan langsung ditindak.
Bentuknya bisa berupa pengembalian dana dari earning publisher ke deposit advertiser. Atau bahkan suspend dan banned permanent. Serem lah pokoknya.
Ini adalah upaya google untuk menjaga iklim bisnis nya tetap kondusif. Audit ini dilakukan google untuk menjaga kepercayaan para pengiklan. Iya lah, kepercayaan mereka penting, karena pengiklan ini sumber pendapatan google.
Google memastikan, setiap sen yg dikeluarkan pengiklan memang sesuai dan akuntable. Memberikan leads potensial atau syukur2 malah terjadi konversi sales secara langsung.
Begitulah kira2. Jadi jangan kaget ya..
Upaya nya, kurangin konten2 yg gak penting dan berbahaya. Jika kamu maen youtube, cek semua video. Lihat video yg dollar kuning ato di flag 'Not suitable for most advertiser'. Perbaiki semua issue yg muncul.
4. Gajian telat masuk, PIN ga nyampe2, ato review channel/ add blog lama approve nya.
Mendekati tgl 21-25 setiap bulan, group ini tetiba rame banding2in kulkas. Udah masuk belum.. udah landing belum 😄. Wajar sih. Apalagi yg baru pertama kali dapet $$. H2C lah pasti.
Pertanyaan nya serupa dengan PIN yg lama sampe, atau review blog yang lama.
Perlu teman2 ketahui, selama pandemic kemaren, banyak orang yang mencoba peruntungan menjadi publisher adsense.
Hayo siapa disini yang baru melek adsense saat work from home kemaren2.. hehe..
Gak apa2. Bukan kamu aja. Tapi byk orang dari seluruh dunia melakukan ini. Wajar memang. Karena adsense memang menggiurkan. Cocoklah ditekuni selama diem di rumah.
Sayangnya, google sendiri melakukan kebijakan terbalik. Dengan meliburkan banyak reviewer nya di semua negara. Sehingga proses review memakan waktu lebih lama.
Google mengirim pula pemberitahuan resmi ini ke semua publisher maupun calon publisher nya yg 'ngelamar' adsense partner program.
Solusi nya, untuk yg PIN nya blm nyampe, coba jemput ke kantor POS besar di kota kamu. Kalo alamatnya sudah lengkap dan sesuai, seharusnya nyampe.
Untuk review blog yg lama, ya sabar aja ya. Ngantri boss. Banyak yg ngelamar nih.
Gajian telat? Mungkin tukang gajian di google nya lelah dan repot, saking byknya publisher. Jadi agak telat prosesnya. Tapi kalo udah jadi hak kamu, pasti nyampe ko.
Nah.. pertanyaan2 lain nya saya lupa dah.. komen dibawah ya..
Suhu2 yg pada tiarap siap bantu jawab pasti. Saya cmn bantu dikit berdasarkan pengetahuan saya yang cetek